Sabtu, 02 Juni 2012

HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR


HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR

I.  Topik                     :1. Air sebagai sistem penyokong pada tanaman
                                     2. Pengukuran kadar air dari jaringan tumbuhan
                                   
II.  Hari/Tanggal       : Rabu, 21 April 2010

III. Tujuan                 :1. Mengamati banyaknya air yang hilang dari daun
                                     2. Mengukur kadar air dari jaringan tumbuhan
                                     
IV. Kajian Pustaka
                        Menurut Dwidjoseputro (1990:92) menyatakan bahwa, “transpirasi dapat melalui kutikula, stomata dan lentisel. Sebenarnya seluruh bagian tanaman itu mengadakan transpirasi, akan tetapi yang biasanya dibicarakan hanyalah transpirasi lewat daun, karena hilangnya molekul-molekul air dari tubuh tanaman itu sebagian besar adalah lewat daun. Hal ini disebabkan karena luasnya permukaan daun dan juga karena daun-daun itu lebih terkena udara daripada bagian-bagian lain dari suatu tanaman”. Mengenai penguapan yang terjadi di daun kita kenal penguapan melalui kutikula dan penguapan melalui stoma. Kegiatan transpirasi terpengaruh oleh banyak faktor, baik faktor dalam maupun faktor luar. Yang termasuk faktor dalam ialah besar-kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan, banyak sedikitnya stoma, bentuk dan lokasi stomata. Sedangkan yang termasuk faktor luar adalah radiasi, temperatur, kebasahan udara, tekanan udara, angin keadaan air di dalam tanah”.

Menurut Lakitan (2010:40) menyatakan bahwa, “di dalam tumbuhan, air berperan sebagai pelarut. Sruktur molekul protein dan asam nukleat sangat ditentukan oleh adanya molekul air disekitarnya. Berarti juga aktivitas dari protein dan asam nukleat dapat berlangsung karena adanya air di sekitarnya. Selain protein dan asam nukleat, aktivitas senyawa lain di dalam protoplasma juga ditentukan oleh adanya air. Walaupun air dapat bertindak sebagai bahan pereaksi(reaktan) atau sebagai produk suatu reaksi kimia, tetapi yang lebih penting adalah air menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk berlangsungnya berbagai reaksi biokimia dalam sel tumbuhan”.

                        Anonimus (2010) air adalah pelarut terbaik yang sangat penting bagi tanaman, air juga sangat penting bagi kehidupan tanaman. Air merupakan 90-95% penyusun tanaman, aktivator enzim, pereaksi dalam reaksi hidrolisis, sumber H dalam fotosintesis, penghasil O2 dalam fotosintesis, pelarut dan pembawa berbagai senyawa, mengatur keluar masuknya zat terlarut ke dan dari sel, mendukung tegaknya tanaman terutama pada tanaman herbacius, mempertahankan suhu tanaman tetap konstan pada saat cahaya penuh.

           
V.   Alat dan Bahan
  
      Topik 1 (Air sebagai sistem penyokong pada tanaman)
Alat
1.      Timbangan
2.      Tali rafia
                
             Bahan
      1. Berbagai jenis daun yang masih segar

      Topik 2 (Pengukuran kadar air dari jaringan tumbuhan)
 Alat
1.      Kotak karton kecil
2.      Oven
3.      Timbangan
   Bahan
      1. Daun dan ranting berbagai tanaman


VI. Cara Kerja
        Topik 1 (Air sebagai sistem penyokong pada tanaman)
1.      Mengambil masing-masing contoh daun yang masih segar dan masih memperlihatkan bentuknya yang normal.
2.      Menimbang daun tersebut lalu catat keadaan fisiknya.
3.      Menggantung dan membiarkan daun tersebut pada udara terbuka. Setiap 20 menit menimbangnya kembali beratnya, lalu mencatat perubahan fisik yang terjadi.un tersebut.
4.      Mencari tahu berapa lama daun tersebut menjadi benar-benar layu, dan menghitung berapa banyak air yang hilang dari daun tersebut.

           Topik 2 ( Pengukuran kadar air dari jaringan tumbuhan

1.      Menimbang daun dan ranting tanaman-tanaman tersebut masing-masing 10 gram dan membuat ulangannya.
2.      Memasukkan tiap sampel dalam kotak karton kemudian memasukkan dalam oven dengan suhu 100oC, hingga beratnya konstan.
3.      Menimbang kembali daun dan ranting yang sudah kering. Berat yang hilang merupakan berat air yang terkandung dalam sampel.
Menghitung kadar air tumbuhan .
VII.  Data Hasil Pengamatan
           
            Percobaan 1 (Air sebagai sistem penyokong pada tanaman)   
Keadaan awal
Setelah 20 menit
Pertama
Setelah 20 menit kedua
1.      Daun Bougenuillea   spectabilis ; segar, tepi daun rata, ujung daun meruncing, pertulangan daun menyirip, pangkal daun membulat, warna hijau, tekstur tipis lunak.
       Berat:1,2 gr
       Lebar: 6,2 cm
       Panjang: 9,6 cm

2.      Daun x;
tepi daun bergerigi, pertulangan daun meruncing, lunak, permukaan daun kasap, tangkai daun pipih, warna daun hijau.
Berat: 0,6 gr
Lebar: 4,5 cm
Panjang: 8,5 cm
Berat: 1,1 gr
Lebar: 6,1 cm
Panjang: 9,5 cm










Berat: 0,6 gr
Lebar: 4,1 cm
Panjang: 8,5 cm

Berat: 1,1 gr
Lebar: 6,0 cm
Panjang: 9,4 cm










Berat: 0,6 gr
Lebar: 4 cm
Panjang: 7,7 cm


             Percobaan 2 (Pengukuran kadar air dari jaringan tumbuhan)

Sampel
Berat
awal
Waktu (interval 10 menit)
Kadar air

Ke-1
Ke-2
Ke-3
Ke-4
BB
BK
Daun
10 gr
7,3gr
5,3gr
3,1gr
3,1gr
69%
2,225%
Ranting
10 gr
7,9gr
5,9gr
3,1gr
3,1gr
69%
2,225%











VIII.  Analisis Data

Berdasarkan data hasil pengamatan dapat dilihat bahwa pada percobaan 1 (Air sebagai system penyokong pada tanaman), pengamatan dilakukan pada Bougenuillea spectabilis dan daun X. Pada daun Bougenuillea spectabilis sebelumnya berwarna hijau, permukaan daun licin, daging daun tipis lunak dan berat daun 1,2 gram. Setelah dibiarkan terbuka di udara selama 20 menit, berat daun menjadi 1,1 gram, setelah dibiarkan di udara 20 menit berikutnya, berat daun mash tetapmenjadi 1,1 sehingga diperoleh banyak air yang hilang adalah berat awal dikurangi berat akhir yaitu:1,2 gram – 1,1 gram = 0,1 gram.Sedangkan pada daun x berat daunnya tidak mengalami perubahan baik pada 20 menit pertama maupun yang kedua.

Kedua daun tersebut benar-benar layu setelah 40 menit. Pada percobaan 2 (Pengukuran kadar air dari jaringan tumbuhan) menggunakan sample daun dan ranting. Pada ke dua  sample di perlakukan sama yaitu di oven lelama 10 menit sebanyak 4 kali. Dari hasil pengamatan kedua sampel hanya mengalami perubahan berat pada 10 menit kedua, sedangkan pada 0 menit ke tiga dan ke empat berat relatif konstan. sehingga di peroleh untuk daun dan ranting
Kadar Air = BB- BK   x 100 %
   BB
                  = 69% BB
Kadar Air = BB – BK  x 100 %
     BK
     =2,225% BK  

IX   Pembahasan

Dalam proses fisiologinya, tumbuhan memiliki keterkaitan hubungan dengan air atau bahan-bahan (senyawa atau ion) yang terlarut di dalam air. Di dalam tubuh tumbuhan banyak mengandung air, hal inilah yang menyebabkan suhu tumbuhan relative stabil walaupun menerima atau kehilangan energi. Tingginya energi yang dibutuhkan untuk menguapkan air disebabkan oleh adanya ikatan hydrogen. Bagi tumbuhan, tingginya panas laten vaporisasi (energi yang dibutuhkan untuk menguapkan 1 gram air pada suhu 200C) penting artinya dalam upaya untuk menjaga stabilitas suhu daun melalui proses transpirasi. Oleh karna itu pada praktikum yang telah dilakukan, kita dapat mengetahui penyebab menyusutnya berat sampel-sampel yang kita gunakan adalah dikarnakan adanya penguapan cairan yang ada pada sampel akibat adanya proses transpirasi dan juga pemanasan yang kita lakukan.   

Luasnya permukaan daun yang ada di udara itu adalah merupakan salah satu hal yang menyebabkan penguapan dapat berjalan cepat, proses penguapanpun tak mungkin dicegah. Selain itu juga terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempercepat proses penguapan meliputi besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada pada permukaan daun, banyak sedikitnya stomata serta bentuk dan lokasi stomata. Sedangkan yang termasuk factor luar yaitu sinar matahari, temperatur, kebasahan udara, tekanan udara, angin dan keadaan air dalam tanah. Kenaikan temperatur yang membahayakan dapat dicegah karena sebagian dari sinar matahari yang memancar itu digunakan untuk penguapan air.

Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang hilang melalui stomata. Oleh sebab itu, dalam perhitungan besarnya jumlah air yang hilang dari jaringan tanaman umumnya difokuskan pada air yang hilang melalui stomata. Atau dengan cara menghitung selisih antara berat awal sampel dikurangi dengan berat akhir sampel setelah diberikan sebuah perlakuan seperti di oven dan di gantung pada ruangan terbuka.

X.     Kesimpulan
            Setelah melakukan kegiatan paraktikum dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.       Air merupakan komponen yang sangat penting bagi tanaman.
2.       Kadar air dari sampel daun yaitu 69 % BB dan 2,225 % BK, serta kadar air pada sampel ranting yaitu 69 % BB dan 2,225% BK.

           
XI.  Daftar pustaka


       Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.
       Dwidjoseputro.1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:Gramedia  Pustaka     Utama.

Lakitan, Benyamin.2010.Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Rajawali     pers.     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar